Cerita_airaChma

25 Februari 2009

Bahaya Impersonation-Jangan Umbar data, teman, dan foto di Facebook (dapat dari sebuah milis)

Diarsipkan di bawah: aku berkata ", isyu-isyu saat ini, ternyata... — airachma @ 7:03 am

padahal…daripada friendster aku lebih suka ngliatin face book, serasa mendapat semangat untuk berbuat lebih baik ke depannya, apalagi kalo melihat komunitas orang-orang yang menurutku lebih “beradab” di facebook dibanding friendster,,, (Maaf kalo ada yang tersinggung)…

tapi emang gak semua yang bagus itu baik, pasti ada dampak negatif, buat temen-temen perempuanku ati-ati ya…

selamat membaca… ^_^

best regard, rachma

Facebooker (dbu)

Jakarta- Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial. Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita. Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban ‘impersonation’ .

Kasus Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke detikINET, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun. Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com.

Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus ‘impersonation’ Bahkan si pelaku (impersonator) , memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita. Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk. Penyelesaian Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia . Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan ‘flag blog’, dengan pilihan ‘impersonation’ . Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation. Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita. Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.

Pencegahan Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan ‘add friend’ atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends”-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends”-nya cukup banyak.

4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging”, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation’ , untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

*) Penulis, Donny B.U., adalah penggiat kampanye “Be Wise While Online” dalam program Internet Sehat – ICT Watch. Untuk artikel terkait lainnya, dapat dibaca di http://www.ictwatch .com/internetseh atatau http://www.internet sehat.org

& Komentar »

  1. Makanya hanya orang-orang yang benar-benar dikenal aja sebaiknya menjadi teman di Facebook.

    salam kenal V (^^)

    salam kenal juga..
    setuju…itu yang kuterapkan sekarang dalam facebook-an,
    hanya yang kenal dan yang kuanggap penting untuk berkenalan
    biarin dikira sombong, daripada mbulet nyari teman
    ^_^

    Komentar oleh Ahmad van Krad — 25 Februari 2009 @ 10:23 am

  2. ya disetting aja atuh biar gak semua orang bisa liat poto kita buat apa temen digolongin atuh itu mah?

    iya cantik…
    itu juga bisa jadi salah satu alternatif pencegahan ^_^

    Komentar oleh geulist133 — 25 Februari 2009 @ 8:55 pm

  3. seingat saya di terms of service di alert photo embed sudah di jelaskan namun emang budaya orang kita aja yang asal klik pasti beres. akhirnya….budaya narsis juga kebangetan…

    oiya ta mas? hehe…
    *ketauan kalo ndaftar asal klik-klik, gak baca peraturan

    salut dah…^_^

    Komentar oleh erween — 26 Februari 2009 @ 10:01 pm

  4. good article. oya adsense tdk bs dipasang di blog yg tdk berbyr, kecuali di blogspot.

    Komentar oleh dadan — 3 Maret 2009 @ 2:53 am

  5. Wah tipnya ok banget
    makasih banget mbak atas tips dan triknya
    salam kenal ya

    ok mbak diah ^_^
    salam kenal ya…
    blogmu mantaph mbak…
    hihi

    Komentar oleh Diah — 3 Maret 2009 @ 3:27 am

  6. tips nya ok punya..

    Komentar oleh Waw — 3 Maret 2009 @ 9:12 am

  7. haduuh.. untung gak pernah upload foto yg aneh2 ke facebook

    foto yang aneh-aneh?

    ^_^

    Komentar oleh pakdejack — 3 Maret 2009 @ 4:05 pm

  8. wah bahaya dunk…

    aku malah gak punya akun FB,hehe..


    wah…bikin aja mas san…banyak manfaatnya kalo kita emang bertujuan mencari manfaat di facebook

    Komentar oleh s4ndy — 9 Maret 2009 @ 5:24 am

  9. hehehe… boro2 punya facebook, blog aja baru belajar :D infonya bermanfaat banget bwt nubie kyk saya.

    Mbak Ratih boleh tukeran link gak?

    hehe…boleh mas, terima kasih ya. ntar kalo udah dilink ngomong aja ma aku, ntar ku-link balik…
    belajar face book aja mas, banyak manfaatnya. hehe

    Komentar oleh Lowongan Kerja — 14 Maret 2009 @ 6:05 pm

  10. tips yang bagus tuh. emang jangan sekali2 menaruh nomor tlpn dan foto yang aneh-aneh dech


    emang mas fuad ada foto yang aneh-aneh? hehehe, yah..memang ada positif negatif menaruh nomor telepon sembarangan di dunia maya. tapi…semoga tidak disalahgunakan, hehe…
    makasih ya udah mampir ^_^

    Komentar oleh Fuad — 17 Maret 2009 @ 12:30 am

  11. makasih infonya, hmm…harus lebih ati2 neh di febuk.

    btw…caranya gimana sih mbales komen tepat di bawah komen pengunjung?
    maklum masih awam banget di WP.


    bang ihwan…udah ta kirim lewat email ya…
    silahkan dicoba..
    ^_^
    sukses bang…..

    Komentar oleh ihwan — 5 April 2009 @ 10:21 am

  12. Dear Friends. If I wanted to sell one of my website, could I put it in the contract that my google adsense ads wont be removed?
    I have already adsense account but I fail to setting up this profitable program.

    Komentar oleh Young Job seeker — 23 Oktober 2009 @ 11:44 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.