Cerita_airaChma

6 Agustus 2009

tuing tuing…my creativity…

Diarsipkan di bawah: Liburan, aku berkata ", bisnis, pendidikan ^_^, positif — airachma @ 10:59 am

Semenjak keluar dari kepengurusan LSME kemarin Juli*bukan dipecat yo…tapi emang udah habis periode kepengurusan* aku seperti orang luntang lantung…hoho…bingung mau kemana, bingung mau ngapain, dan bingung mau apa. Aneh paling yo, tapi emang ini yang kurasakan. Hari pertama “tidak mengecap status pengurus” adalah rasa enteng di badan, badanku kayak melayang-layang gak ada beban (bukannya lebay tapi ini yang kurasakan). Gak ada rapat, gak ada tanggungan ‘proker departemen ini belum selesai’, gak ada tanggungan jaga secret, dan cukup mengurangi tanggungan intensitasku di kampus ^_^. Mau gimana lagi,,,selain seneng gak ada lagi yang bisa diungkapkan. Sejak jadi maba (mahasiswa baru) hingga jadi ‘maba’ (mahasiswa basi) aku menjadi pekerja (hoho,,lebay lagi) alias rapat mulu kerjaannya, rapat pengurus, rapat organisasi, rapat kegiatan, rapat departemen, rapat karya tulis, rapat ini rapat itu, belum lagi kuliah, kumpul tugas, kelompokan tugas, les bahasa inggris ini, de es be…

Haha…melas pancen, tapi gak bisa dipungkiri that I miss all of them now,,,them include t.a.s.k or m.e.e.t.i.n.g hohoho…. Aku kangen sama perbedaan pendapat, aku kangen sama masalah-masalah yang membuatku pusing itu,,, hihi… soalnya masalah yang menghadapi ku saat ini malah bikin gila coz aku BINGUNG MAU NGAPAIN. Abisnya… liburan ini aku emang sengaja gak join ama kepanitiaan PK2 MABA, menolak kepanitian AM’09, dan milih istirahat sementara dengan ikut SP (semester pendek). Jadi total, aku nganggur gur. Untungnya aku pinter *halaaaaaahhhh…. Ketika aku memutuskan gak ikut kepanitiaan apapun aku memilih untuk magang, yip m.a.g.a.n.g di sebuah perusahaan sekuritas di Malang, yaitu Batavia Prosperindo di daerah hotel Tugu. Jadi dalam 1 minggu aku ada kerjaan tiap harinya, hari Senin Rabu Jum’at aku SP(semester pendek), hari Selasa Kamis aku magang di Batavia. Namun, lama kelamaan bête juga alias bosen, abisnya disana gak ngapa-ngapain dan aku memutuskan untuk berhenti magang, dan pindah ke tempat lain (tapi masih belum mutusin mau magang dimana lagi). Dengan alasan pingin istirahat*emang bener koq* hari Selasa kemarin aku di rumah. Dengan keadaan sedang puasa sya’ban aku menghindari ke kampus, dan renang. Hehehe…

Pas nyapu mikir-mikir mau ngapain, akhirnya tercetus ide pingin buat kerajinan flannel. Akhirnya setelah nyapu langsung deh browsing di internet, mencari pemikiran, mau buat apa ya aku? Hehe… akhirnya setelah lama browsing aku nemuin ide yaitu TEMPAT HP … setelah berkelana buat mencari pola, aku mandi dan menulis di notes ku :

Rencana hari ini                :

  1. Ke puskot
  2. Ke Hosana/Citra (cari flannel, dsb)
  3. Ke Bank (ngurus uang hilang)
  4. Pulang (kalo uang masih sisa ke studio, ngafdrek foto).

Hoho… trus ganti baju, manasin si blade ituh… trus brangkat de… dandan seadanya aja*gak kemana-mana juga, hehehe… setelah menuruti isi notes aku mendapatkan bahan-bahan tempat hape itu, awalnya cuman mau bikin tempat HP, aku malah pingin buat tempat kartu nama, dompet koin yang pake velcrow, sama tempat CD. Jadinya kemarin di Hosana blanja cukup banyak kain flannel warna coklat tua, merah, kuning, pink, biru muda, sama warna krem. Trus beli velcrow (perekat) juga 1 m. wuiw…panjang juga yo 1 meter, aku kaget, hehe*mau buat apa juga… nah masalahnya itu,, dengan banyaknya flannel = butuh banyak benang dengan warna yang senada*nah looooo…..

Hehe…di rumah ngobrak ngabrik mesin jait nemu benang warna merah, coklat tua, item, oranye, ama wana putih… nah looo bingung lagi. Tempat hpnya awalnya pingin warna biru muda, tapi ama mau dikata, aku tak punya warna benang biru *benang warna biru* itu… dengan berat hati*cuihhh aku buat tempat hp pake warna coklat tua,, hehe.. trus bingung mau dikasi aksesoris apa, akhirnya pake warna krem dengan bentuk bintang ditaruh di depan penutup hp. Jadinya lucu banget*muji*. Masalah kedua muncul…koq tempat hape gak ada kancingnya???? Le hapenya jatuh piye??? Akhirnya minta saran mama, katanya ya dikasih kancing, tapi aku kan tadi beli velcrow ???? jadinya kurekatkan velcrow itu di penutup tapi….hiks… ternyata lemnya kurang nempel di flannel, dan ketika ditarik,,, malah velcrow nya lepas, dan mengakibatkan cacatnya tempat hpku dengan meninggalkan bekas LEM UHU di dalamnyya *hiks…. Tapi gak apo…khan tertutupi*hiburku. Cara kedua dengan buat kancing (mirip kayak seragam sekolah yang kancingnya dilewatin lubang itu) kubuat mirip kayak gitu,,tapi depan penutup hp sudah kupasang bintang gede…jadinya susah padahal aku sudah nglubangin tempat hp *cacat kedua. Argh…. Stress puol, akhirnya ngobrak ngabrik mesin jahit nemu tali kur, trus nemu kancing warna coklat (tinggal 1) trus dipasang  dibulet-buletin*mbuh wes mulai stress* hoho… akhirnya jadi…

tempat HP dari kain flanel

tempat HP dari kain flanel

Meskipun kurang nyaman dengan kancingnya, kucoba mensyukuri hasil karyaku ^_^

Aku heppy… I’m smart and very happy…  syalalalala…. Hoho…

Kalau kalian, pas nganggur ngapain ???

Happy reading… =)

30 April 2009

Festival Malang Kembali 2009

Diarsipkan di bawah: aku berkata ", bisnis, positif — Tag: — airachma @ 7:52 am

Kemarin tanggal 17 April, aku sama temenku, namanya Nilam, kita ke rumah makan Inggil buat ngumpulin formulir festival Malang Kembali 2009. Yup…aku ikut seleksi buat dapat stand di Malang Kembali tahun ini. Ada 600 peserta yang mendaftar (dan emang dibatasin 600 peserta) tapi yang diambil 400 peserta, cukuplah buat berharap. Namun masalahnya persiapan buat seleksi ini adalah H-2 baru diomongin ama anak-anak NgalamKerR!!!. Jadi tanggal 15 April 2009 aku, mbak fida, sama nilam diskusi buat gimana enaknya saat Malang Kembali, sebab untuk pendaftaran serta seleksi+wawancara, harus menyertakan :

1. Dekorasi saat Festival Malang Kembali

2. Foto pakaian yang akan dipakai saat berjualan

3. Foto peralatan yang akan digunakan selama acara berlangsung (4 hari)

Beuh…kita kalang kabut, bicarain layout, peralatan, barang yang mau dijual, dsb… dan aku juga ribet sendiri, soalnya kita bahas hal ini jam 4-an, sedangkan jam 4-an aku janjian ama Inda. Indanya dewe udah datang dan duduk di sebelahku nungguin rapat. (gak enak banget…hehehe)

Akhirnya kita bahas gimana layoutnya (mayoritas mbak fida ama nilam si.. soalnya aku gak tau apa itu blacu, tali ini lah, tali itu lah, barang ini itu… yang asing di telinga) jadi aku cuman manggut manggut aja dan ngasih pendapat. Hehehe…akhirnya hari Jum’at tanggal 17 April kita buat dekor pake peralatan salonnya omnya mbak fida. Aku nyusul bareng Gandhi kesana, coz aku ada kuliah,,, dan tereng…inilah dekorasi yang dibuat untuk Malang Kembali :

dekorasi FMK 2009 NgalamKerR!!!

Terus..kita foto-foto juga pakaian yang akan dipakai buat festival ntar yang pada akhirnya malah bernarsis ria hingga aku gak sadar, sewekku gak rapi (mau mlorot) hahahaha..untung pake celana, hehehe…

Nb. Yang pake kerudung itu aku, yang pake baju putih kuncir 1 mbak fida, yang pink itu nilam,, yang cowok cekep dewe itu, namanya gandi ^_____^

dsc06610

img_0076

Dan terakhir kita foto perlengkapan buat festival,,,

dsc06634

Abis itu,,, kita nunggu pengumuman tanggal 20 april 2009. Aku sama nilam gak ada yang mau liat pengumuman dengan $alasan banyak tugas (*emang koq) dan takut liat…kalo gak keterima shock,,, hehehe… (*tapi emang kita pemula se..)

Akhirnya tanggal 21 april 2009, berangkat dari rumah, aku menuju rumah makan Inggil sendirian, dan dag dig dug..kucari namaku Ratih Rachma Islami dengan no 509372…di kerajinan tak ada… dan aku nyasar di BATIK…alias aku lolos….hehe…aku ketawa-ketiwi sendiri selama perjalanan ke parkiran, orang-orang meliatku sambil tersenyum *mungkin mereka tau aku lolos FMK Karena ketawa-ketawa dewe…

Pas nyampe parkiran aku diem, trus balik lagi ke tempat pengumuman,(hehehe,,, masih gak percaya) dan melihatku namaku kembali (*Alhamdulillah,,,bukan mimpi)hehehe..

Saat di kampus, mungkin karena efek lolos FMK anak-anak banyak yang bilang “wawa…hari ini lagi bahagia ya… koq mukanya merah berseri-seri gitu,,” hehehe kujawab “Iya dong….”

Semua yang baca postingan ini jangan lupa dating ke stand-ku ya… di Festival Malang Kembali 2009 tanggal 21 Mei-24 Mei 2009, buka dari jam 10.00 WIB hingga 00.00 WIB… (*ngatur jadwal piket) ^_^….bahagia hatiku….

15 Januari 2009

Sri Mulyani: We are all commiting this crime

Diarsipkan di bawah: aku berkata ", bisnis, isyu-isyu saat ini, keuangan — Tag: — airachma @ 12:48 am

Patutlah barangkali bila kita bertanya-tanya, di masa krisis seperti ini dan
juga di masa lalu, dari mana sebagian penjabat dan keluarganya masih
mendapatkan kesejahteraan yang wah — dengan pendapatan resmi yang tidak
terlalu banyak?
Saya kira pernyataan yang dicetuskan Ibu Sri Mulyani di bawah sangat pantas
untuk direnungkan, untuk Indonesia yang lebih baik.

Yet Mulyani stands out for her toughness. She says her staff had to “swallow
a lot of very bitter reality” during her first six months on the job. After
landing there, for example, she confronted senior staff: “How can you send
your daughter or your son to study abroad when you earn only this kind of
salary? Where did you get the money?” To which she added: “You have to
admit: we are all committing this crime.”
Salam,
Andri

Source: http://www.newsweek.com/id/178817

–article begins—

‘As Good As It Gets’
Indonesia is managing the global recession better than most, thanks to its
tough finance minister.
By Solenn Honorine and George Wehrfritz | NEWSWEEK
Published Jan 10, 2009
From the magazine issue dated Jan 19, 2009

Last month a financial tidal wave washed over Indonesia, but not the one
kicked up by the global credit crisis. Money flooded into government coffers
from individuals and corporations eager to avail themselves of Jakarta’s
“sunset policy” on tax delinquency, which forgave past evasions in exchange
for good behavior going forward. The exact size of the surge isn’t yet
known, but economists estimate that tax receipts were up more than 50
percent for the year. “We saw quite a big jump” in revenue in December from
“taxpayers who never existed [on the tax rolls] or want to correct mistakes
made in the past,” says the plan’s creator, Finance Minister Sri Mulyani
Indrawati. Indonesians, she adds, are honoring their tax obligations “in a
much more accurate way.”

The influx marks a major triumph for Indonesia’s current government and, in
particular, for the woman who put Jakarta’s financial house in order. Over
the past four years, Mulyani has helped dismantle the financial architecture
of the crony capitalism built by strongman Suharto before his 32-year reign
ended in 1998. She has pressed hard to slash debt, both public and private;
pushed through a rollback of budget-busting fuel subsidies; and overseen
sweeping reforms of the customs and tax authorities—positioning Indonesia to
post the world’s best (or at least the least bad) emerging-market growth
story in 2009. Unnoticed until recently, Jakarta’s conservatism is now the
envy of the developing world, and Mulyani is being hailed as a model
regulator. “She could be the finance minister anywhere in the world,” says
James Castle, founder of the consultancy CastleAsia. “She’s that good.”

Largely to Mulyani’s credit, the country’s balance sheet is now among the
most conservative in the world; government debt now sits at just 30 percent
of GDP, down from more than 100 percent a decade ago, while Indonesia Inc.
is far less leveraged than its peers elsewhere in Asia. Despite that
relative austerity, growth is being driven both by commodities—Indonesia’s
traditional mainstay—and by strong domestic consumption from a population
approaching 240 million. And neither the commodity bust (which has also
driven down the price of the imported energy on which Indonesia depends) nor
tighter global credit looks set to hobble a country that, from the household
to the boardroom and cabinet chambers, is all but debt-free.

Indeed, Indonesia is one of just three major emerging economies forecast to
grow faster than 4 percent in 2009. The other two—China and India—have
decelerated more rapidly in recent months and face tougher policy
challenges. Mulyani says Indonesia could expand by as much as 5.5 percent
this year, which is barely slower than the 6 percent it clocked in 2008, and
perhaps enough to pip one of its two Asian counterparts in this year’s
growth race. Not bad, considering that the country’s economy collapsed in
1998, shrinking 18 percent in a single year. Wolfgang Fengler, a senior
economist at the World Bank, says Jakarta’s macroeconomic management is now
“as good as it gets.”

Indonesia owes its turnaround to an ensemble cast. President Susilo Bambang
Yudhoyono has provided the political stability and pro-globalization vision
that underpin today’s successes. Boediono (who goes by one name) was a deft
coordinating minister for economics until he handed the brief to Mulyani
last May to head Indonesia’s central bank, and Trade Minister Mari Pangestu
deserves plaudits for kick-starting Indonesia’s export economy. Yet Mulyani
stands out for her toughness. She says her staff had to “swallow a lot of
very bitter reality” during her first six months on the job. After landing
there, for example, she confronted senior staff: “How can you send your
daughter or your son to study abroad when you earn only this kind of salary?
Where did you get the money?” To which she added: “You have to admit: we are
all committing this crime.” Her staffers still work evenings and weekends to
meet her expectations, and she’s been known to tangle with colleagues. Last
year she lobbied intensively to ram through a deeply unpopular reduction in
fuel subsidies that President Yudhoyono initially opposed. “She got her way
because she is capable of playing politics,” says Anton Gunawan, chief
economist at Bank Danamon in Jakarta.

Yet by raising pay for bureaucrats, and not demonizing those who previously
took payoffs to make ends meet, she has raised standards and steeled a
reputation as an incorruptible reformer. Her message to her staff is simple
and positive: “I only have one goal: I want the Indonesian people to trust
us, this department, because this country will go nowhere if the people
don’t start to trust their own government.” Though nobody would yet describe
Indonesia as a model of transparency, the changes in its taxation and
customs administrations have been profound, and in turn have enhanced
Indonesia’s growth potential to the point that “the world needs to update
the way it thinks about the country,” wrote Nicholas Cashmore, CLSA
investment bank’s Indonesia analyst, in mid-2008, declaring: “Southeast
Asia’s largest economy is in great shape.”

And thanks to Mulyani, Indonesia is garnering more respect by the day.

8 Januari 2009

Klik Klik Klik dapet duit…

Diarsipkan di bawah: aku berkata ", bisnis — Tag: — airachma @ 12:22 pm

Entah heboh sejak kapan, tetapi yang namanya cari duit lewat internet sudah mulai dilirik banyak orang, bukan orang yang sudah jadi orang saja, tapi juga dilirik oleh mahasiswa *termasuk aku, udah lama banget tertarik, tapi baru ngeh dan paham caranya semester 5 ini, hahaha* , ibu rumah tangga, dan gak menutup kemungkinan anak-anak sekolah SMP SMA juga mulai tertarik. Gimana enggak ? banyak orang yang menggembar gemborkan btapa mudahnya mencari uang maupun berbisnis di internet, anda hanya duduk diam dan menikmati hasil uang mengalir ke rekening anda.

Ingat coy…cari uang apapun itu teteup butuh usaha, ikhtiar, dan berdoa. Jangan hanya terpaku pada hasil saja (kalo penyakit anak mahasiswa pas UAS lagi ancur saat membela diri ngomongnya “Yang penting prosesnya aja…jangan liat hasil akhir”hahaha). Menjadikan hasil atau tujuan akhir sebagai motivasi tak apa, tapi jangan mudah tertipu dengan iklan-iklan di internet. Saat berbisnis kalian semua harus tahu tentang keadaan pasar yang akan kalian tuju, dan pilih informasi-informasi yang TEPAT buat ANDA. Oleh karena itu, saran saya yang masih belum tahu apa-apa mengenai keadaan bisnis di internet berhati-ahtilah, jangan asal mendaftar dan menunggu hasil anda juga perlu berusaha. Banyak tips yang bisa anda dapatkan secara gratis di Internet. Hehehe….

Salah satu yang paling banyak diminati untuk berbisnis di internet adalah yang mempunyai program *yang aku beri nama KLIK KLIK DAPET DUIT semacam klik rupiah, adsense, dll. Jadi anda tinggal menunggu orang datang dan meng-klik iklan yang anda tampilkan, dan tara…..tara….. *menjerit mode on, uang akan mengalir ke rekening anda. TAPI itu gak bisa satu kali saja loh… untuk program adsense misalnya anda baru bisa mengambil uang yang anda hasilkan setelah anda mengumpulkan sekian dolar (saya lupa), kalau untuk klik rupiah bisa diambil kalau anda butuh. SEKALI LAGI TAPI jangan berharap dengan adanya orang yang meng-klik iklan itu anda akan dapat uang banyak. JANGAN SALAH !!! sekali meng-klik anda hanya akan mendapat beberapa sen dari ADSENSE, sedangkan untuk program yang lain kurang tau, data-datanya ada di flashdish, hehe…

Oleh karena itu, jangan termakan iklan ya kawan, meskipun dapat banyak duit kita harus teteup berusaha, orang mencuri aja dia berusaha, main saham aja dia juga berusaha, main petak umpet aja juga berusaha *hehe, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang WOW kita juga harus berusaha… SEMANGAT Ya…. SALAM KENAL DARI SAYA, dan SEMOGA KITA MENJADI SUKSES DI KEMUDIAN HARI, serta MENJADI ORANG YANG BERGUNA BAGI SEMUA

Amin……………….

Blog pada WordPress.com.