Cerita_airaChma

11 Oktober 2009

Jembatan Suramadu

Diarsipkan di bawah: Resensi, aku berkata ", kegiatan tulis-Q, positif — airachma @ 4:36 am

Jembatan suramadu merupakan jembatan yang menghubungkan antar pulau terpanjang di Indonesia Surabaya-Madura (Suramadu). Jembatan Suramadu merupakan terpanjang di Indonesia yakni sekitar 5,4 kilometer dibangun dengan biaya kontruksi Rp4,528 triliun sumebr dana dari APBN/APBD dan pinjaman bilateral dari China. Dimana, tujuan dari adanya jembatan suramadu akan mempercepat perkembangan perekonomian di Madura yang selama ini terisolasi.  Adanya jembatan suramadu merupakan salah satu perkembangan infrastruktur yang dapat mempermudah akses transportasi ke Madura dengan menyediakan biaya transport yang lebih murah daripada melalui laut, meningkatkan produktifitas, dan meningkatkan pergerakan ekonomi di daerah itu lebih murah. Selain itu, bisa membantu untuk menggali pontensi-pontensi lokal dari Surabaya ke Madura begitu juga sebaliknya khususnya dalam hal perkembangan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi menjadi kunci dan tujuan penting dalam membangun jembatan Suramadu. Di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk mencapai 33 juta jiwa, menjadi salah satu propinsi dengan kerapatan penduduk yang padat. Sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Jawa Timur juga memegang kunci penting laju industri dan perdagangan, maka tak dapat ditolak jika jalur transportasi menjadi bagian penting laju roda industri. Sementara di sisi lain, Pulau Madura yang menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur, mengalami kondisi yang kurang menguntungkan. Laju pertumbuhan ekonomi lambat dan income perkapita tertinggal. Pergerakan jalur transportasi yang terhambat membuat pembangunan jembatan Suramadu dinilai penting sebagai pembuka awal. Dengan Jembatan Suramadu, yang akan menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura melalui jalan darat, diharapkan ketimpangan sosial dapat segera direduksi. Arus transportasi yang cepat dan efektif akan membuat perkembangan Madura segera melejit, bersaing dengan daerah-daerah lain.

Sekilas Industri Kreatif

Diarsipkan di bawah: aku berkata ", kegiatan tulis-Q, pendidikan ^_^, positif — airachma @ 4:35 am

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri (Undang-Undang No. 5 Tahun 1984 Tentang : Perindustrian, 2007). Industri kreatif adalah industri yang bermuara pada intelektualitas, ide, dan gagasan orisinal yang direalisasikan menurut pemikiran serta rasa dari lubuk hati yang paling dalam sebagai insan kreatif yang ingin memajukan industri di tanah airnya (Agus, 2008). Sedangkan pengertian dari ekonomi kreatif itu sendiri adalah keseluruhan industri yang tergabung atau masuk dalam kategori industri kreatif (DeNatale, 2007).

Macam Industri Kreatif

Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan sebanyak 14 sub sektor industri kreatif, yaitu industri periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion, video film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangan (Pemerintah Republik Indonesia, 2009).

Industri periklanan adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan produksi iklan, produksi material iklan, termasuk tampilan iklan di media cetak dan elektronik. Film atau video dan fotografi adalah semua kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa fotografi, produksi film (termasuk penulisan skenario, sinematografi, dan lain-lain). Sedangkan musik adalah semua aktivitas yang menyangkut proses produksi album lagu, rekaman suara, komposisi musik termasuk pertunjukan musik. Arsitek termasuk di dalamnya segala sesuatu yang berkaitan dengan tatakota, arsitektur taman, konstruksi bangunan, dan lain-lain. Untuk pasar seni dan barang antik, sektor ini biasanya berkaitan dengan pengerjaan maupun perdagangan produk-produk antik termasuk di dalamnya hiasan. Kerajinan adalah industri yang berkaitan dengan distribusi produk-produk kerajinan (aksesori, emas, kayu, kaca, porselen,dan lain-lain) (Agus, 2008).

Desain mencakup bidang desain grafis, interior, desain produk. logo, branding, dan lain-lain. Untuk permainan interaktif di dalamnya adalah termasuk proses produksi maupun distribusi game online atau video yang bersifat edukatif. Penerbitan dan percetakan meliputi kegiatan yang berkaitan dengan penulisan atau penerbitan buku, majalah, koran, tabloid, portal, dan lain-lain. Layanan Komputer dan Piranti Lunak merupakan industri yang berkaitan dengan pengembangan teknologi informasi termasuk pengembangan software, desain arsitektur peranti lunak, web design, dan lain-lain. Televisi dan Radio, termasuk di dalamnya adalah produksi dan penyiaran serta transmisi televisi dan radio. Dan riset dan pengembangan, berkaitan dengan aktivitas untuk menemukan inovasi baru, metode baru, atau teknologi baru yang bisa menjadi solusi (Agus, 2008).

Pengertian Komunitas

Diarsipkan di bawah: aku berkata ", kegiatan tulis-Q, pendidikan ^_^, positif — airachma @ 4:33 am

Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values (Kertajaya Hermawan, 2008). Proses pembentukannya bersifat horisontal karena dilakukan oleh individu-individu yang kedudukannya setara. Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional (Soenarno, 2002). Kekuatan pengikat suatu komunitas, terutama, adalah kepentingan bersama dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sosialnya yang biasanya, didasarkan atas kesamaan latar belakang budaya, ideologi, sosial-ekonomi. Disamping itu secara fisik suatu komunitas biasanya diikat oleh batas lokasi atau wilayah geografis. Masing-masing komunitas, karenanya akan memiliki cara dan mekanisme yang berbeda dalam menanggapi dan menyikapi keterbatasan yang dihadapainya serta mengembangkan kemampuan kelompoknya.

Profile Ki Hajar Dewantara

Diarsipkan di bawah: Resensi, aku berkata ", kegiatan tulis-Q, pendidikan ^_^, positif — airachma @ 4:32 am

Raden Mas Soewardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal  2 Mei 1889. Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan yang tergolong lantang membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakkan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda (Aning, 2006).

Penolakan Ki Hajar Dewantara kepada kolonial Belanda ditunjukkan dengan perlakuan beliau yang menolak penerapan konsepsi regeering, tucht, en orde (paksaan, hukuman, dan ketertiban). Dimana, konsepsi ini menempatkan guru dalam pendidikan sebagai figur sentral dan siswa sebagai obyek. Sebagai solusi, Ki Hajar Dewantara mengenalkan konsepsi orde en vrede (tertib dan damai) sebagai dasar pendidikan dengan bertumpu kepada prinsip bertumbuh menurut kodrat.

Alat pendidikan yang dipakai oleh Ki Hajar Dewantara adalah pemeliharaan dengan sebesar-besarnya perhatian untuk memperoleh tumbuhnya hidup anak lahir dan batin menurut kodratnya sendiri. Konsep ini juga disebut sebagai metode among dengan tiga semboyan yang terkenal (www.penulislepas.com), antara lain :

  1. Ing Ngarso Sung Tuladha

Semboyan ini berasal dari kata ”Ing Ngarso” yang berarti di depan, ”Sung” berarti memberi atau menjadi, dan ”Tuladha” berarti teladan atau contoh. Arti dari Ing Ngarso Sung Tuladha adalah pamong apabila berdiri di depan maka setiap saat harus dapat memberi contoh atau tauladan bagi anak didiknya.

  1. Ing Madya Mangun Karso

Semboyan ini berasal dari kata ”Ing Madya”  yang berarti di tengah, ”Mangun” berarti membentuk atau membangun, ”Karsa berati kehendak atau berniat. Ing Madya Mangu Karsa memiliki makna bahwa pamong seharusnya berada di tengah-tengah, sehingga dapat membangun semangat anak didik untuk berkreativitas sesuai tugas dan kewajibannya.

  1. Tut Wuri Handayani

Semboyan ini berasal dari kata ”Tut” yang berati mengikuti, ”Wuri” berarti belakang, dan ”Handayani” adalah memberi kekuatan daya, memberi pengaruh, rangsangan, membimbing, dan mengarahkan anak didik. Jadi Tut Wuri Handayani adalah pamong mengikuti dari belakang dengan memberikan kebebasan pada anak didik tetapi tidak melepaskannya dari pengawasan.

Pemikiran dalam pemecahannya Ki Hajar Dewantara dalam semboyan tersebut cukup relevan dalam membangun kesadaran bangsa ini akan pentingnya pendidikan saat ini. Beliau wafat pada tanggal 26 April 1959 dan dimakamkan di Wijayabrata, Yogyakarta dan tanggal kelahirannya, 2 Mei,  dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Selain itu, sampai saat ini perguruan Taman Siswa yang beliau dirikan masih ada dan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Perguruan Kebangasaan Taman Siswa ini telah melahirkan gagasan pemikiran tentang pendidikan nasional.

Kekerasan dalam dunia pendidikan (sebuah wacana)

Diarsipkan di bawah: kegiatan tulis-Q, positif — airachma @ 4:32 am

Kemajuan pendidikan mempunyai peranan yang penting karena dengan pendidikan akan menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif dan cendekia. Namun, lembaga pendidikan saat ini telah tercoreng dengan adanya kekerasan dalam pendidikan di lembaga tersebut. Hal ini sangat disayangkan mengingat bahwa pendidikan adalah ilmu normatif. Oleh karena itu, fungsi institusi atau lembaga pendidikan adalah menumbuh-kembangkan subyek didik, yaitu siswa ketingkat normatif yang lebih baik atau menjauhkan dari sesuatu yang bersifat kekerasan.

Kekerasan (violence) berasal dari gabungan kata Latin “vis” (daya, kekuatan) dan “latus” (membawa). Kekerasan adalah merumuskannya sebagai sifat atau hal yang keras; kekuatan; paksaan (desakan atau tekanan yang keras) (Kamus Umum Bahasa Indonesia). Robert Audi merumuskan violence sebagai serangan atau penyalahgunaan fisik terhadap seseorang atau binatang; atau serangan, penghancuran, perusakan yang sangat keras, kasar, kejam dan ganas atas milik atau sesuatu yang secara potensial dapat menjadi milik seseorang (I Marsana Windhu, 1992).

Pada kenyataannya kondisi pendidikan Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan karena beberapa pihak masih menggunakan kekerasan dengan dalih demi kedisiplinan. Berdasarkan data yang dilansir dari Unicef (http://www.kaltimpost.web.id/), ternyata ditemukan hampir 83% pendidikan di negeri ini masih melakukan kekerasan, mulai dari mencubit sampai menghukum dengan cara membersihkan toilet. Kekerasan dalam pendidikan ini tidak hanya dilakukan oleh tenaga pengajar saja tetapi juga pada pelajar ataupun antar pelajar yang semestinya hal ini tidak harus terjadi. Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan yang menerapkan disiplin tinggi bisa saja terjadi, tetapi tidak dengan kekerasan. Sebab, dengan sebuah sanksi yang dilakukan secara edukatif akan lebih bermanfaat.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.