wah… saya masih bingung untuk membuat karya tulis lkati mala yang akan diajukan ke universitas februari 2008 nanti,,, sebenarnya sudah ada beberapa ide yang terlintas di kepala, masalah reog dan kesenian yang banyak diambil oleh negara tetangga “malasyia”, masalah temasek yang memonopoli pasar telekomunikasi, serta masalah pajak di indonesia,,, tapi… saya bingung harus memulai dari mana,,, (mungkin ini akibat kurang membaca…)

untuk ppkm juga sudah menyiapkan beberapa bahan untuk diajukan seperti pengaplikasian pajak di indonesia, serta ruu kek(kawasan ekonomi berikat), tapi… koq di internet tidak ada penjelasan mengenai ruu kek ya? dimana saya bisa mendapatkan berita2nya?

kalo’ ada yang membaca tulisan ini tolong diberitau dimana saya bisa mendapatkan ruu tersebut,,,

hm… keadaan kesenian kita memang sedang “off”, tidak adanya perhatian dari pemerintah menyebabkan kerusakan “seni”. apa di Indonesia tidak ada menteri khusus kesenian dan budaya? kalo’ ada kenapa beliau tidak memperhatikan kesenia kita,,, seperti batik, reog, lagu2 ex. bengawan solo, yang sudah mulai diambil haknya oleh negara lain, dan menyatakan “ini adalah milikku”

padahal, kesenian itu harganya mahal, beberapa bulan lalu, saya pergi ke solo tepatnya di ISI (institut seni indonesia), karena kebetulan saya menjadi finalis 15 besar LKTM SENI, dan disana disuguhi beberapa tarian, yang membuat saya berdecak kagum (karena saya memang bukan penikmat seni), dan berpikir, sungguh bodoh orang indonesia, bila tidak mengetahui hal ini (seni tari), karena… hal itu malah menjadi minat orang asing, dan yang memukul alat-alat untuk tari, penari, serta sinden, beberapa malah orang asing, DAN penontonnya pun juga ada yang berasal dari LN.

seandainya saja pemerintah sudah memperhatikan hal ini sejak lama (bukannya baru memperhatikan setelah “segalanya” diambil oleh orang lain) pasti negara kita kaya akan kesenian… semoga saja…