Innailahi wa innailahi rojiun…

Kemarin, 20 Oktober 2009, ayah dari seorang temanku meninggal dunia. Kaget rasanya saat saya menerima telpon dengan suara menahan tangis, yang kemudian pecah menjadi isak tangis saat dia mengatakan ayahnya meninggal. Meninggal…siapa yang takut mati? Kalau boleh saya mengatakan, saya takut mati. Bahkan saya takut orang-orang yang saya cintai akan mati (a.k.a meninggal). Sulit rasanya membayangkan mereka tidak akan ada di samping saya. Beberapa waktu lalu saya sempat bermimpi papa meninggal, dan beberapa bulan kemudian saya bermimpi lagi, tapi kali ini mama saya meninggal. Saat terbangun dari mimpi tangis saya makin menjadi. Membayangkan mereka tidak ada lagi di samping saya, membayangkan bagaimana nasib 3 adik saya. Dengan penuh isak tangis dan pikiran negatif yang membayangi pikiranku, aku bersyukur ada orang yang mau menghiburku, yang mau “diganggu” saat semua sedang lelap (makasih..).

Yang ada dalam pikiran saya bagaimana cara menghadapi kematian? Bagaimana cara menghibur diri saat kita ditinggal orang yang kita sayangi meninggal?

Yah..sesungguhnya hanya Allah yang tahu kapan, dimana kita akan meninggal dunia. Semoga kita semua meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amin ya rabbal alamin..

*buat temanku, sabar ya… kamu pasti bisa menghadapinya. Walaupun pasti ada masa-masa sulit, tapi aku tau kamu orang yang tegar. ^_____^