23 Desember 2009

Malam ini hanya terdiam, mengeluarkan air mata tanpa henti.

Kosong…hatiku kosong, yang ada hanya air yang meluap keluar tanpa henti…

Semua tumpukan itu berkumpul jadi satu dan berubah jadi tangisan tanpa henti

Tanpa henti..

Terus menerus…

Sakit….perih….kecewa…

Aku tidak percaya, aku akan mengalami ini lagi. Sekali lagi. Tapi ini bukan mimpi, ini kenyataan, kenyataan pahit, hukuman dari-Nya mungkin…

Fana…semua kehidupan ini memang fana.

Padahal pagi tadi aku bangun dengan senyuman,

Berangkat ke kampus dengan dandan kilat biar gak telat dengan rasa takut terlambat

Selesai kuliah senyum tetap mengembang hingga beberapa menit yang lalu

Tapi kemudian tangis ini pecah

Taukah dibandingkan?

Ketika kita ingin puas dengan keadaan kita sendiri…tetapi orang itu malah menanyakannya..

Ketika dulu semua orang mengatakan, hei kamu sama dengannya…aku berusaha tidak mencampurinya cuek  tidak mau tahu karena yang penting dia baik…bukan penampilan luar yang aku pentingkan..tapi isinya…namun ketika orang itu berubah…orang itu malah menanyakannya…

Sulit memang mengerti tulisan ini, semua yang di hati sedang aku tumpahkan

Rasa ini lebih sakit ketika aku dapat nilai D

Rasa ini lebih sakit ketika aku kehilangan ketikan proposal skripsiku (padahal aku sudah menangis sejadinya)

Rasa ini lebih sakit ketika aku sedang sakit…

karena saat tadi aku mencoba melupakannya dengan berfokus pada tugas-tugas kuliahku, dan ketika aku ingat ucapannya tadi, air mata tak berhenti mengalir… sakit…sakit…

Ya Allah…hentikan hukuman ini…

Maafkan aku…

Maaf….