Hem…kapan  ya aku akan melangkah? Beberapa menit yang lalu iseng buka facebook dan melihat salah satu teman telah di tag ke sebuah foto. Foto itu…foto seorang temanku yang baru membuka outlet usahanya.LAGI. ya lagi dan lagi….semua teman yang kukenal mulai dan sedang berwirausaha terus saja melangkah maju menghadapi segala masalah dengan ide ide hebat mereka, menghadapi segala kesulitan dengan keuletan yang mereka miliki. Sebulan yang lalu, temanku yang berwirausaha juga menyakan kabar ku, tepatnya kabar usahaku. Kabar usahaku baik baik saja…tidak dalam penurunan atau kenaikan dalam skala dratis…kami masih di jalur yang biasa…jalur aman…jalur alon alon asal kelakon.  Kemudian temanku itu bercerita dirinya berniat membuka usaha xxx…padahal dia sudah membuka ini, membuka itu, membuka ini, dan membuka itu. Aku heran dengan kapasitas otak tenaga dan waktu yang mereka miliki. Semuanya berjalan beriringan saling mendukung satu sama lain.

Aku hanya bisa ber”WOW”, hingga pada akhirnya aku mengetahui bahwa temanku mengajakku bergabung menjadi salah satu eksekutor dalam bisnisnya. Dan inilah yang aku akui masih belum ada dalam jiwaku…aku masih belum siap menjadi seorang entrepreneur sejati…rela  meninggalkan semuanya untuk 1 hal, menjadi entrepreneur. Masih begitu banyak cita cita yang belum kugapai…cita-citaku sejak aku duduk di bangku kuliah sebelum keinginan menjadi entrepreneur datang…kalau saja tawaran ini datang sebelum aku akan menjadi seorang SARJANA,ketika aku duduk di semester 4-7 mungkin akan kuuterima dengan senang hati. Sedang sekarang…aku sudah di angka 8, semester 8 yang menuntut perhatianku untuk menghadapi skripsi, memperbaiki bahasa inggrisku, dan mencari pekerjaan atau beasiswa S2. Itulah yang ingin kulakukan…sedangkan tawaran itu…adalah tawaran yang menuntut kita-saya– untuk selalu hadir ketika tawaran bisnis datang (dan tawaran itu sudah pasti datang), padahal itu adalah tawaran yang menarik, dan suatu prospek bisnis yang  menjanjikan. Hm….aku takut ketika aku ada disana, aku masih belum bisa membagi pikiranku…aku belum bisa membagi pikiran skripsiku dengan apapun, bahkan dengan TOEFL, salah satu pasti harus di korbankan untuk sementara waktu.

Hingga saat ini aku belum memberikan jawaban, dan aku berpikir bahwa mungkin aku sudah di lupakan untuk bergabung dengan nya. Aku masih bingung untuk berkata Ya atau Tidak…memang bisa untuk menjadi seorang entrepreneur sembari berkuliah. Tapi untuk ku ketika aku sudah di semester 8 aku harus mengetahui kapasitas ku, kapasitas mana yang lebih penting saat ini, yang pasti penting adalah aku harus LULUS, kalau aku menerimanya aku bisa bekerja, tapi aku takut tidak maksimal, mengerjakan usahaku saja sembari skrispi kadang menuntut waktu dan pikiranku, dan itu pasti akan berat apabila ditambah usaha lain datang”dan sifatnya masih baru”. Tapi ketika aku menjawab Tidak…aku juga bingung akankah kutinggalkan impianku itu…untuk menjadi seorang entrepreneur dapat dimulai dari sekarang, tapi apakah sekarang ini menjadi suatu waktu yang tepat?

Hmmm….

Bismillah….

March 18, 2010